Mengenal Transmisi CVT

CVT transmisionSeiring dengan majunya teknologi otomotif, kini transmisi pada mobil tidak hanya didominasi transmisi manual. Untuk memberikan kenyamanan kepada pengemudi maka lahirlah transmisi Otomatis atau yang lebih dikenal dengan transmisi matik. Transmisi Matik sendiri memiliki berbagai jenis, salah satunya Continuously Variable Transmission atau yang disingkat CVT.

Untuk jelasnya apa itu CVT? apa saja kelebihan dan kelemahan pada transmisi ini? simak ulasan dibawah ini.

 

 

cvt1

CVT adalah jenis transmisi matik yang terkenal sangat halus dan lembut saat diajak berkendara dibandingkan transmisi matik biasa yang umumnya masih memiliki hentakan, dan umumnya untuk transmisi CVT lebih irit BBM dengan catatan mobil dalam kondisi sehat. Mengapa bisa begitu?

Rahasianya adalah, karena CVT tak punya roda gigi sama sekali. Tak ada sekumpulan gir yang bersemayam di ruang transmisinya. Sebagai gantinya, ada dua puli yang dihubungkan oleh sebuah sabuk / belt, di mana puli yang satu mendapat tenaga dari mesin sementara puli yang lain akan bekerja memutar roda. Diameter kedua puli ini dapat membesar dan mengecil tergantung kebutuhan saat berkendara. Karena tak punya roda gigi pada mesin bertransmisi CVT, maka jumlah gear ratio bisa dibilang tak terbatas. Layaknya transmisi otomatis biasa, CVT juga punya mode sport untuk karakter lebih responsif.

 

cvt3

telah di jelaskan sebelumnya kelebihan penggunaan transmisi CVT ialah lebih halus dan nyaman karena tak memiliki hentakan sebagai akibat dari perpindahan gigi seperti transmisi otomatis lainnya. Secara bobot, CVT adalah yang paling ringan karena jumlah komponennya tak sebanyak Transmisi matik lain. Dalam hal ongkos produksi CVT pun adalah yang termurah. Kendaraan yang menerapkan transmisi CVT biasanya irit BBM karena pada transmisi ini memiliki kemampuan untuk menjaga agar mesin tidak selalu bermain di putaran tinggi.

 

 

cvt2

Selain Kelebihannya ternyata Transmisi ini tetap memiliki kelemahan yakni akselerasi yang tak sespontan dan responsif transmisi otomatis biasa. Tenaga dari mesin mungkin tidak bisa sepenuhnya tersalurkan ke roda, hal ini umumnya diakibatkan oleh slippage atau gesekan dari belt dan puli CVT. Karena kekurangan inilah, hampir tidak ada mobil balap atau supercar yang menggunakan CVT untuk transmisinya, karena power lost yang dihasilkan lumayan tinggi.

Selain itu CVT juga terkenal rentan untuk mesin bertenaga besar, oleh sebab itu beberapa tahun lalu jarang ditemui mobil 2.000 cc memakai transmisi CVT. Namun semakin majunya teknologi kini mesin 2.000 cc pun bisa ditanamkan transmisi ini. Hal ini dikarenakan sabuk baja CVT sudah semakin baik, terutama dalam hal durabilitas. CVT bisa ditemui di hampir semua sepeda motor matik di Indonesia, sementara untuk mobil, kita bisa menemukannya di  Suzuki Swift Sport dan Suzuki Celerio.