Mengenal Power Steering

electric and hydraulic steering assist

Citra Asri Buana ( Dealer Resmi Suzuki Indonesia ) - Dahulu mungkin Power Steering masih jarang didengar dan mungkin bagi sebagian orang belum banyak mengetahui fungsinya. Tujuan dibuat power steering sebenarnya untuk membantu pengemudi dalam membelokan roda. Bila tanpa power steering pengemudi biasanya memerlukan tenaga extra saat membelokan roda apalagi pada saat diam atau kecepatan rendah. Dengan Power Steering pengemudi akan mendapat “kekuatan” tambahan dalam membelokan roda, intinya setir kemudi akan jadi lebih ringan. Dahulu Power Steering hanya disematkan untuk mobil-mobil premium, tapi pada saat ini rata-rata Teknologi Power Steering telah disematkan pada mobil baru keluaran pabrik sebagai fitur standar. Sebelum ada Power Steering, setir hanya dibantu oleh kekuatan tangan pengemudi, kemudian munculah Power Steering hidrolis dengan bantuan kekuatan tekanan oli. Lambat laun semakin maju nya teknologi power steering hidrolis berkurang dan diganti secara elektronik, meskipun masih ada jenis power steering yang semi elektronis yaitu power steering yang masih memakai kombinasi elektris dan hidrolis.

 

Power Steering Hidrolis

power steering hidrolis

Power Steering Hidrolis pertama kali dipatenkan pada tahun 1900 oleh Robert Twyford, kemudian disempurnakan oleh Francis Davis dan Charles Hammond. Mobil yang pertama kali menggunakan Power Steering Hidrolis adalah Chrysler. Cara kerja Power Steering Hidrolis adalah dengan memanfaatkan putaran mesin untuk menggerakkan pompa power steering melalui belt, kemudian oli didalam sistemnya menjadi bertekanan tinggi kemudian tekanan tinggi tersebut membantu putaran kemudi. Jadi secara prinsip Power Steering Hidrolis butuh selang bertekanan tinggi  untuk dapat menjadi saluran oli menggerakkan kemudi. Kelemahan pada Power Steering Hidrolis adalah karena mengandalkan tekanan tinggi maka selang akan menjadi rentan bocor, untuk mengetahui apakah Power Steering hidrolis mengalami kebocoran oli dapat dilihat pada kondisi fisik. Selain itu gigi pada pemutar pompa sering kali rusak cirinya ialah akan timbul bunyi mendengung saat setir di belokkan. Untuk perawatan pada Power Steering Hidrolis sebenarnya cukup mudah, hanya sering mengecek volume oli dan mengganti olinya secara rutin.

 

 

Elektronik Power Steering

eps

Elektronik Power Steering (EPS) merupakan generasi saat ini dari Power Steering dimana power steering ini menggunakan sistem elektronik atau komputerisasi. Untuk Power Steering semi elektronik sebenarnya masih disebut dengan Elektronik Power Steering (EPS) karena pada dasarnya masih mengandalkan sistem elektris, tetapi sistemnya merupakan kombinasi antara elektris dan hidrolis. Masih tetap mengandalkan pompa dan tekanan oli untuk membantu kemudi tetapi menggunakan elektronik untuk menggerakkan pompanya tidak lagi menggunakan putaran mesin. Generasi terbaru sekarang adalah Elekronik Power Steering yang full elektronik dimana tidak lagi membutuhkan lagi pompa hidrolik, belt dan oli. Dengan demikian seluruh komponen tadi digantikan oleh motor elektris untuk mengerakan kemudi. Pada EPS komponen utamanya adalah rack setir dimana fungsinya untuk menggerakkan kemudi, motor elektris untuk membantu rack menggerakkan setir dan ECU khusus EPS yang berfungsi mengatur pergerakan motor elektris. Maka dari itu dengan EPS bisa diatur berat dan ringannya setir sesuai dengan kondisi jalan. Bila dalam kecepatan rendah setir terasa ringan namun saat dalam kecepatan tinggi otomatis setir akan dibuat berat tentunya sebagai faktor keamanan. Kelebihan dari EPS ini ialah minimnya perawatan bahkan tidak perlu dirawat secara rutin karena tidak menggunakan komponen Power Steering lawas seperti pompa hidrolis,oli dan belt. Tetapi meskipun demikian tidak bisa memperlakukan EPS secara sembarangan. Perlu diingat jangan menggerakan kemudi pada saat mesin mati dan diam.

 

Karena bisa dibilang EPS tidak perlu perawatan bukan berarti Power Steering Elektronik tidak punya sisi negatif. kelemahan dari EPS ini ialah bila terlanjur rusak maka perlu biaya yang lumayan besar dan lebih sulit dalam melakukan perbaikan. Karena semuanya dilakukan oleh sistem elektronik / Komputerisasi. Ciri EPS rusak biasanya akan muncul tanda EPS / simbol setir secara terus menerus pada dashboard. Bila terjadi kerusakan pada EPS bukan berarti setir tidak dapat digunakan / digerakan secara normal, hanya saja setir akan menjadi lebih berat dari biasanya.

 

sumber